Arsip Kategori: Kesehatan

Soal Petugas KPPS Meninggal pada Pemilu 2024, Ini Kata Kemenkes

Jakarta –

Beberapa pejabat KPPS (KPS) yang bertugas pada Pemilu 2024 dilaporkan meninggal dunia. Kementerian Kesehatan RI terus memantau perkembangannya.

Tanggal 13 Februari ada 4 orang yang meninggal dunia, kata Kepala Departemen Komunikasi dan Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi kepada detikcom, Kamis (15/2/2024).

Ia melanjutkan, “Hari ini kami sudah memastikannya lagi.”

Berdasarkan data awal, sebaran 4 kasus yang menyebabkan petugas KPPS kehilangan nyawa: Provinsi Jawa Tengah 2 Kasus di wilayah Wonosobo 1 Kasus Brebes Provinsi Jawa Timur 1 di wilayah Magetan.

Menurut Antara, Dr. Nadia mengatakan, terdapat 13 laporan kematian anggota KPPS yang masih didalami dinas kesehatan daerah. Selain itu, dia menyebut masih terdapat 15 persen petugas yang berusia di atas 55 tahun.

Selain itu, masih ada masyarakat yang menderita penyakit berat, namun tidak diobati, ujarnya.

Saksikan video “KuTips: Sistem 4C Agar Tidak ‘Gagal’ dalam Seleksi Petugas KPPS” (up/kna)

Tanda Kanker pada Anak yang tak Boleh Diabaikan, Sebagian Bisa Dilihat Mata Telanjang

Republik Jakarta – Tanggal 15 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Anak Internasional. Peringatan tahunan ini mengajak masyarakat dunia untuk meningkatkan kesadaran terhadap kasus kanker yang menyerang pasien yang masih anak-anak.

Kanker pada anak merupakan tantangan tersendiri karena sulit dikendalikan dan sulit didiagnosis. Penyebabnya seringkali tidak diketahui. Sekitar 400.000 anak-anak dan remaja hingga usia 19 tahun menderita kanker setiap tahunnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa infeksi kronis seperti HIV, virus Epstein-Barr dan malaria merupakan beberapa faktor risiko kanker pada anak. Jenis kanker anak yang paling umum adalah leukemia, tumor otak, limfoma, dan tumor padat seperti neuroblastoma dan tumor Wilms.

Kanker merupakan penyebab kematian utama pada semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Ada beberapa gejala kanker pada anak yang sebenarnya bisa dilihat dengan mata telanjang. Menurut ahli hemato-onkologi anak Riza Bulsara, dikutip laman Hindustan Times, Kamis (15 Februari 2024), berikut 10 gejala kanker anak yang perlu diketahui.

1. Penurunan berat badan

Jika berat badan anak Anda tiba-tiba turun dan terus berlanjut, jangan dianggap enteng, apalagi jika penyebabnya tidak diketahui. Orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter, karena bisa jadi ini merupakan gejala kanker.

2. Sakit kepala

Orang tua tidak boleh menganggap enteng jika anaknya sering mengeluh sakit kepala di pagi hari. Hal ini tidak normal, jadi berhati-hatilah, terutama jika anak Anda muntah-muntah. Disarankan agar Anda segera membawa anak Anda ke dokter untuk diperiksa.

3. Sendi bengkak dan nyeri

Keputusan untuk membawa anak ke dokter juga harus segera diambil jika anak mengeluh bengkak atau nyeri hebat pada pergelangan kaki, kaki, atau anggota tubuh bagian atas. Kondisi yang disebut bulsala ini merupakan tanda awal kanker.

4. Kelelahan

Jika anak Anda memiliki tingkat energi yang rendah dan mengeluh merasa lelah terus-menerus, jangan terlalu cepat menilai mereka dengan label negatif. Mungkin ada alasan kesehatan yang melatarbelakangi kelelahan Anda, seperti gejala awal dari masalah medis yang serius.

5. Mudah memar

Anak yang mudah memar mungkin disebabkan oleh rendahnya jumlah trombosit dalam tubuhnya. Trombosit merupakan komponen darah yang membantu proses pembekuan darah. Dalam beberapa kasus, gejala ini mungkin disertai pendarahan dari hidung atau gusi.

6. Masalah penglihatan

Banyak orang mungkin mengira bahwa masalah penglihatan hanya berkaitan dengan penyakit mata. Namun masalah ini tidak boleh diabaikan, apalagi jika muncul secara tiba-tiba. Sebab, gangguan penglihatan merupakan salah satu gejala awal kanker.

7. Demam berkepanjangan

Meskipun demam pada anak sewaktu-waktu merupakan hal yang wajar, namun anak yang mengalami demam dalam waktu yang sangat lama atau terus menerus sebaiknya segera diperiksakan. Begitu pula jika Anda mengalami demam lebih dari seminggu, namun diketahui tidak mengalami infeksi.

8. Hilangnya keterampilan

Selama masa kanak-kanak, anak-anak mempelajari banyak keterampilan baru dalam kehidupan sehari-hari dan bermain. Seorang anak yang mulai kehilangan keterampilan yang diperoleh sebelumnya dapat menjadi alarm khusus bagi para ibu dan ayah.

9. Nyeri tulang

Anak yang mengalami nyeri tulang bukanlah hal yang normal. Hal terbaik yang harus dilakukan orang tua adalah segera membawa anaknya ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan bahwa kanker tidak menyebabkan gejala tersebut.

10. Kehilangan minat pada segala hal

Jika anak Anda kehilangan minat pada segala hal dan lebih memilih tinggal di rumah sepanjang waktu, ini adalah tanda bahaya yang serius. Karena anak-anak dalam kondisi normal pasti suka bermain. Jika berubah, berarti ada yang salah.

Se-happy Itu Jadi Petugas KPPS? Kesehatan Jangan Lupa, Ini Tips Anti Tumbang

Jakarta –

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah mempersiapkan dan menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mencegah terulangnya kematian ratusan pengurus Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada Pemilu 2024.

Direktur Departemen Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Dr. Nida Rohmavati mengatakan, sebagian besar penyebab meninggalnya petugas KPPS pada Pemilu 2019 terkait dengan beban kerja yang berat. Pada Pemilu 2019, pemilihan calon presiden dan wakil presiden dilakukan secara sepihak, dan untuk pertama kalinya beban kerja petugas KPPS bertambah.

“Setidaknya 894 petugas KPPS, Panwas, dan TNI-Polri meninggal dunia dan 5.175 hingga 6.000 orang jatuh sakit pada tahun 2019 karena harus menghitung suara yang begitu banyak. Senin (5/2/2024) Dr. Nida dalam diskusi online Kementerian Kesehatan di YouTube

Kementerian Kesehatan selain mengingatkan institusi kesehatan untuk menghadapi kerugian yang dialami petugas KPPS, juga meminta mereka menjaga kesehatan sebelum dan saat pemilu. Bedanya, petugas KPPS saat ini tidak diseleksi yang memiliki penyakit penyerta dan batasan usia maksimal 55 tahun.

Dr Nida mengatakan, petugas KPPS sebaiknya tidur minimal 6-8 jam sebelum pemilu. Secara khusus, disarankan untuk tidak tidur larut malam beberapa hari menjelang pemilu, karena beban tubuh akan terbebani saat penghitungan suara.

Selain itu, petugas KPPS juga diimbau untuk minum cukup. Analisis FC Universitas Indonesia menemukan dehidrasi juga menjadi faktor risiko banyak meninggalnya petugas KPPS pada Pemilu 2019.

“Mereka kurang minum, bahkan tidak minum 6-8 gelas, minum kopi untuk penghitungan suara, dan yang sakit minum minuman berenergi. Kami tidak menyarankan itu,” jelas Dr Nida. .

Karena badan capek, metabolisme lelah, penambahan minuman berenergi memaksa tubuh bekerja. Oleh karena itu, kurang baik minum minuman berenergi, kurangi minuman manis dan kopi, lanjutnya.

Selain itu, menjelang pemilu, petugas KPPS harus makan secukupnya agar tidak kolaps.

‘Memikirkan Pemilu 2019, simak video ‘Ini Alasan Keguguran’ ribuan pengurus KPPS:

(tahu/atas)

Infeksi Ini Tingkatkan Kematian Akibat Penyakit Kardiovaskular pada Perempuan

Asprspotomac, JAKARTA — Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Siapa sangka infeksi human papillomavirus (HPV) bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada wanita?

Merujuk data WHO, pada tahun 2019, sekitar 17,9 juta orang di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskular. Jumlah ini merupakan 32 persen dari seluruh kematian karena berbagai sebab di dunia.

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit kardiovaskular. Beberapa di antaranya adalah pola makan, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Faktor risiko yang mungkin jarang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular adalah riwayat infeksi human papillomavirus (HPV). Menurut penelitian, wanita yang terinfeksi HPV empat kali lebih mungkin meninggal akibat penyakit kardiovaskular.

HPV adalah virus yang biasanya ditularkan secara seksual. Diperkirakan delapan dari 10 orang akan terinfeksi HPV pada suatu saat dalam hidup mereka. Jenis infeksi HPV tertentu, seperti HPV 16 dan HPV 18, meningkatkan risiko kanker serviks.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa infeksi HPV dapat berkontribusi pada pembentukan plak di pembuluh darah, atau aterosklerosis. Seperti diketahui, aterosklerosis dapat menyebabkan banyak masalah seperti tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

Sebuah studi terbaru di European Heart Journal menyoroti hubungan antara infeksi HPV dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian ini melibatkan lebih dari 163.000 wanita muda hingga paruh baya di Korea Selatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita yang terinfeksi 13 jenis HPV risiko tinggi memiliki kemungkinan 3,74 kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung. Mereka 5,86 kali lebih mungkin meninggal karena stroke.

Tidak hanya itu, mereka juga 3,91 kali lebih mungkin mengalami penyumbatan arteri. Menurut tim peneliti, risiko tersebut mungkin lebih tinggi jika wanita tersebut mengalami obesitas.

“Kita tahu bahwa peradangan memainkan peran penting dalam perkembangan dan perkembangan penyakit kardiovaskular, dan infeksi virus berpotensi memicu peradangan,” kata Profesor Hae Suk Cheong dari Fakultas Kedokteran Universitas Sungkyunkwan, dilansir Express, Kamis (8/) 2/2024. ). .

Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Gagal Ginjal Akut Misterius: Ada 3 Zat Kimia Berbahaya di Tubuh Pasien Anak, Apa Saja?

Asprspotomac – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mempublikasikan hasil investigasi ratusan kasus gagal ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut misterius pada anak.

Hasilnya, Kementerian Kesehatan menemukan 3 bahan kimia berbahaya di tubuh pasien anak.

Ketiga zat tersebut adalah etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butil eter atau EGBE.

“Kementerian Kesehatan menyelidiki pasien muda yang menderita AKI (cedera ginjal akut) mengandung 3 bahan kimia berbahaya (etilen glikol-EG, dietilen glikol-DEG, etilen glikol butil eter-EGBE),” jelas kepala dinas. Kantor Komunikasi Kementerian Kesehatan, Dr. Siti Nadia Tarmizi, kepada tim media, Kamis (20/10/2022).

Gagal ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut adalah suatu kondisi dimana ginjal tidak mampu mengeluarkan zat beracun dan kelebihan cairan serta menyeimbangkan air dan elektrolit secara optimal. Secara umum, ginjal menyaring limbah dari tubuh dan mengeluarkannya melalui urin. Ilustrasi Obat Sirup (Dok. Envato Elements)

Namun, Nadia menambahkan, ketiga bahan kimia tersebut banyak ditemukan pada obat sirup sebagai pelarut dan umumnya tidak berbahaya. Oleh karena itu, sebaiknya tidak berbahaya atau bahkan menyebabkan gagal ginjal akut.

“Beberapa jenis obat sirup yang digunakan pasien ISPA muda (kami ambil dari rumah pasien) ternyata mengandung EG, DEG, EGBE, yang seharusnya tidak ada atau kadarnya sangat rendah pada obat sirup tersebut,” Nadia. dia menjelaskan .

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan menegaskan, sebagai tindakan pencegahan, pihaknya melarang sementara penggunaan obat sirup apapun di masyarakat. Selain itu, risiko kematian akibat penyakit ginjal akut cukup tinggi yakni hampir 50 persen.

Mengingat jumlah bayi yang teridentifikasi KAI mencapai 70 bayi per bulan, maka kenyataannya pasti lebih dari itu, dengan angka kematian atau mortalitas mendekati 50 persen, pungkas dr. Nadia

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melaporkan kasus gagal ginjal akut misterius yang muncul di Indonesia dalam dua bulan terakhir yang menyerang anak-anak usia enam bulan hingga 18 tahun.

Hingga saat ini, total 189 kasus gagal ginjal akut telah dilaporkan, dan sebagian besar penderitanya berusia antara satu hingga lima tahun.

“Hingga 18 Oktober 2022, tercatat 189 kasus, sebagian besar berusia antara satu hingga lima tahun,” kata dr. Yanti, Selasa 8 Oktober 2022.

Para orang tua diimbau untuk tidak panik dan mewaspadai munculnya gangguan ginjal pada anak, memantau status kesehatan dan mencukupi kebutuhan cairan anak.